Tangannya mulai menyingkap menembus ke kaos Snoopy yang kupakai. Dia hanya tersenyum dan membopongku ke kamarku. “Alit…, nggak apa-apa, hadiah ini karena Kak Agun sayang Alit”. Papa punya kedudukan di kantor dan Mama seorang juru rias / ahli kecantikan terkenal. Nampaknya Kak Agun kaget juga, dia bahkan nyaris terjatuh di sofa. Kemudian aku diangkat dan aku sempat kaget!“Kak Agun…, kuat juga”. Mak Yam pembantuku pulang kampung, Pak Rebo tukang kebun sedang ke tempat saudaranya. Kini aku diam saja, aku berusaha rileks, dan lama-lama aku mulai menikmatinya. Hanya CD saja yang masih terpasang rapi. Saat itu perasaanku tidak karuan antara kepingin dan takut.




















