Gemas aku. Ssooddooghh.. Aku jilatin lagi leher dan pipinya sampai kontolku sudah lemas tak berdaya. Karena hasratku yang sudah tinggi sejak tadi langsung kugumul
Dia dan menjatuhkannya di ranjang. Ehhss.. Luar biasa. Menegak-negak kepalanya. Pantesan tadi aku agak mengenali sosoknya. Sambil mengusap lengan kanannya naik turun sengaja kurenggangkan jariku sehingga menyentuh tipis teteknya. Bau minyak rambut Pomade menyergap hidungku. Ahhss.. Oohh…” desahnya berulang-ulang. Lalu kuelus langsung teteknya. “Maafkan isteriku yah”
Entah kenapa tiba-tiba mata kami bertatapan kembali. Lalu dia mulai mengerti dan kami saling beradu lidah dan ludah. Tuussuukkhin liidaahhmu Pak.. Kuletakkan tas koperku di atas meja makan lalu aku mengambil sebotol air dingin di kulkas. Aku yang berusia 38, isteriku 31, pembantu laki-laki 52, dan pembantu




















