Wajah mak yang ku lihat dari sisi kelihatan sungguh memberahikan. Aku tahu, meski pun emak tidak merelakan, namun dia tetap dapat merasakan kenikmatannya. Apatah lagi setiap kali ku bersama dengan emak ku, hati ku sentiasa berdebar kerana aku masih lagi terbayang-bayang dirinya yang kelihatan sungguh menggoda ketika peristiwa itu berlaku. Aku tahu, meski pun emak tidak merelakan, namun dia tetap dapat merasakan kenikmatannya. Namun demi tuntutan nafsu yang sekian lama terpendam, aku tidak menghiraukan segala rayuan dan tangisannya. Sedang aku dalam keasyikkan melepaskan nafsu ku, ku sedari emak diam tanpa berkata apa-apa. Lengan emak yang sendat di dalam blaus ku usap penuh keberahian.




















