“Arrgh!” Ditatapnya para lelaki itu. Ada sesuatu yang mengingatkan untuk menunda jam kepulangannya, ia tidak mempedulikan.Dikemudikan mobilnya keluar dari basement perlahan. Bokep Cina “Biar cinta berjalan semestinya,” yakinnya.Sore itu market mendekati closing hours. Dengan mengumpat ia merapatkan reitsleting celananya kembali.Langit semakin gelap. Saya mau keluar beli permen di sebelah halte itu.” Dina mengangguk pelan dan matanya menatap layar TV kecil penuh harap. Lalu dibenamkan semua batang kejantanannya.Betapa hangat, betapa nikmat. kenapa bisa ini.. Dengan tersenyum acuh Rudi menerima dompetnya kembali sambil menyalakan stereo setnya. “Sorry?” Dina menyahut pelan. Dina tersentak dan memalingkan wajahnya. Mata Rudi mencuri pandang untuk menatap paha Dina yang tersingkap.













