Aku juga pengen kluar” ajaknya sambil membersihkan cairan spermaku dengan dasternya. Ia lalu menjelaskan bahwa yang kualami tadi adalah klimaks, dan yang ku keluarkan adalah air mani yang di dalamnya terkandung spermaku. Wanita itu terhenyak dan langsung menoleh ke arahku dengan pandangan yang tajam. “Mau, aku spontan menjawab dan langsung mencium pipi kanan wanita itu. Karena takut, aku tidak menceritakannya pada orang lain. Aku sendiri berusaha tidak mendengarkan sambil sibuk mengutak-atik komputer. Lho Anto nggak bilang ta?” jawab wanita itu. Aku mengangguk pasti. Bentiknya juga indah sekali seperti lipatan-lipatan daging. Wanita itu menyambut baik. “Mimpi basah??” gumamku. “Air mani??” gumamku.




















