Bukankah begitu?” tanya Pak Heru tanpa tedeng aling-aling lagi. Ini sekedar wacana diskusi diantara kita saja.”
“Pertama, kau tahu persis hal itu akan merusak hubungan kita karena aku tentu tak akan menyerahkan putriku begitu saja.Maafkan aku dalam hal ini, tapi ia adalah putriku, kata Pak Wijaya tegas.“Kedua, kau juga tahu, anakku itu suka bertindak semaunya sendiri. Abis ini aku disuruh keluar. Lalu besok malam kau maen “sandwich” dengan dua anak kuliah. Tentu kau tak akan sampai melakukan hal serendah itu ke teman baikmu.”
“Hahahaha. Hahahahaha}.“Betul sekali. Alim-alim nakal. Papi lagi ngomong serius sama Om Heru,” kata Pak Wijaya yang kurang senang dengan kemunculan putrinya.Saat itu A-mei memakai celana sangat pendek yang tingginya jauh di atas lutut sehingga




















