Beberapa saat bercakap-cakap, si pembantu rumah tangga datang menghantar minuman.“Silahkan diminum, Pak”, katanya sopan, “Aku juga sekalian pamit, Bu”, katanya kepada Mei. Aku sedang menemani anak-anak berjalan-jalan ketika ia menyapaku. Pantatnya yang bulat besar itu diputar-putar untuk memperbesar rasa nikmat. Ia mengenakan celana jeans biru agak ketat, dipadu dengan kaos putih berlengan pendek dan leher rendah. Kadang-kadang kami mencari hotel tetapi terbanyak di rumahnya. Perlahan-lahan aku bergerak ke atasnya. Kontras dengan pakaian kantor kemarin, ia sungguh menarik dalam pakaian santainya. Lebih keras.. Keduanya tampak ceria dibelikan es krim, sesuatu yang tak pernah kulakukan. Cepat.. “Aku juga”, sahutnya, “Di dalam sayang. Ia menggandeng kedua anakku mendahului. Pakaiannya itu jelas menampilkan keseksian tubuhnya. “Aku kagum akan keindahan














