Dia pun langsung menuju ke ruang kerja papanya setelah sebelumnya menutup pintu kamar dengan setengah dibanting di depan tukang kebunnya itu. Bokep Hot Maka Sherin pun menyerahkan kedua amplop berisi uang itu kepada mereka sebelum mereka meninggalkannya.“Cepetan balik yah Mbak, saya sendirian nih jadinya !” pesan Sherin. ayo dong biar Bapak muasin Non !” Pak Udin mendekap tubuh Sherin dan tangannya bergerak ke bawah meremas pantatnya. Sherin sendiri walaupun merasa benci dan kesal juga diam-diam menikmatinya. Dipandangnya tiga wajah mesum yang mengelilinginya dengan kesal, terutama Pak Irfan, bawahan papanya yang telah dikenalnya sejak masih kecil itu tega-teganya berbuat demikian terhadapnya, ternyata dia tidak berbeda dengan pria-pria lain yang pernah memperkosanya, bermoral bejat.




















