, dan yang membuat mata melotot adalah bagian payudaranya yang terlihat begitu montok.Tanpa diduga waktu makan malam telah tiba, dan mereka memaksa saya untuk makan malam, setelah makan malam, Pak Irwan mengucapkan pamit untuk menghadiri sebuah pertemuan di desa sebelah untuk urusan irigasi sawah, dan saya dipersilakan berbicara dengan ibu Wati.Rumah itu sepi karena anak pertama yang sedang sekolah sudah kelas 1 SMA sedang berkemah, anak kedua yang SMP sedang belajar di rumah teman dan sikecil dirumah Saudara, kebetulan yang tak terduga. “Ibu juga terlihat segar, pasti kebutuhannya juga panas?” Saya terus memancing.Tapi ibu Wati bahkan terlihat sedih …. “Nah kalau saya bisa pusing ….




















