Lina memelukku erat sambil melonjak-lonjak kecil menginginkan hentakan penisku di memek basahnya itu.. “Iya Beb, aq juga udah siap dengan apa yang akan terjadi nanti, aq siap menanggungnya” jawabku tegas agar ketakutan diwajah Lina segera hilang…
Setelah itu kurebahkan tubuh Lina dengan perlahan.. membuktikkan bahwa aq lah yang merenggut keperawanan Lina… ohh.. namun aq sudah tak bisa kembali… Dengan perlahan kumasukkan batang penisku yang beridameter 4,5cm itu ke dalam memek sempit Lina yang masih perawan… biasa kurasakan betapa rapatnya memek Lina, belum setengah batang penisku kumasukkan, Lina sudah merintih kesakitan…“Aarrgghhh… Detaa… ssa…kiitttt…” rintih Lina yang wajahnya benar-benar merasa kesakitan…
Aq mulai memasukkan batang penisku lebih dalam ke lubang memek Lina… sudah bisa kurasakan ada sesuatu yang keluar










