Ia mematikan rokoknya, lalu merenung…lama. Ketika mencuci batang kelelakiannya di bawah shower. Bokep Kuliahnya pun tidak selesai. Ketika taksi yang dikemudikannya akhirnya tiba di bandara, Hamzah turun duluan dan menurunkan barang bawaan Arline dari bagasi, saat itu Arline masih berbicara di ponselnya. Hamzah pun pulang ke rumah kontrakannya dengan rasa bersalah yang bertumpuk, sepertinya ia telah menyinggung wanita itu dengan omongannya. Kita memang tak akan pernah tahu apakah pilihan hidup kita sudah tepat. Sebentar saja seragam sopir itu sudah lepas dan jatuh ke lantai. Sebagian lampu jalan telah dipadamkan. Arline agak tertegun, tapi tidak menolak. Ia mencium wangi harum yang khas dari gerbang kewanitaan Arline yang terpampang menantang di depan wajahnya.




















