Dan menyemburlah lah spermaku.“ Jrooot…sroooot…crooootttt…srooooot…..crooootttt………”“Ahhh… Oh… Shhh… Amidaii… Ouhhh…”Amida tak kalah semangatnya. “Selama ini Amida hanya baca –baca aja dan membayangkan aja… Gimana bentuknya..”Pantas, piker qu sedikit aneh, karena sejak dari tadi Amida tidak berusaha untuk menghindar atau melawan saat aku kerjain, rupanya dia penasaran dan ingin tahu lebih banyak tentang rudal lelaki dan membuktikan kebenaran cerita dari novel yang dia baca.“Apa semua bentuk rudal laki begini ya…?” Amida bertanya sambil mengelus.“Eemm… Shhh… Iyyaa… Samaa…” jawab qu ke enakan karena elusan tangannya. Tanpa sepatah kata dia berlari ke kamar qu yang tidak saya kunci. saya berhasil membuka Bra nya, tapi kedua tangannya masih menutupi bagian peyudaranya dan seolah tidak boleh dilihat oleh qu. Kemudian pikiran



















