Yah, aku yang salah. Aku masih ingat saat-saat terakhir dia meninggalkan aku untuk sekolah ke Amerika. Pikiran jelek mulai menggangguku. Aku bergetar menahan geli dan rangsangan yang hebat. Kuelus-elus penisnya sambil menggodanya. Sedang pacarku biang kerok di sekolah dan tidak tahu malu. Tapi apa daya, di belahan dunia lain, Bastian tidak akan bisa melihat keseriusanku. Aku sudah mempersiapkan diri untuk mendiamkannya selamanya. Hubungan sosial dengan teman sekolahku juga semakin buruk. Kuraba dan kupegang kemaluanku. Aku lepas kendali!Kata-kata Ling mulai teringat kembali. Napas kita yang mendengus-dengus bersahut-sahutan bersaing dengan lagu house music yang memenuhi ruangan.Rangga meneruskan aksinya sambil melepas pakaianku satu persatu hingga aku telanjang bulat.














