Sungguh repot harus merawat bayi di rumah. Exocet-ku telah siap meluncur. Siksa.. Nafasnya terengah-engah. “Na.. Lama-lama Naralita sering tinggal di rumah kami. Aku memenuhi permintaannya dan Naralita tak kuasa menahan kedua kakinya. Sewaktu melahirkan, isteriku mengalami pendarahan hebat dan harus dirawat di rumah sakit lebih lama ketimbang anak kami. Naralita diam. Belum pernah kulihat perempuan sekasar Naralita. terus,” lenguhnya tak jelas. Mas.. Permukaan dan tepi putingnya terasa sedikit asin oleh keringat Naralita, namun menambah nikmat aroma gadis muda.Tangan Naralita mengusap-usap rambutku dan menggiring kepalaku agar mulutku segera menyedot putingnya. Tanganku mulai nakal mencari selangkangan Naralita. Bibir yang selama ini hanya dapat kupandangi dan bayangkan, kini benar-benar mendarat keras.Kulumanya penuh nafsu dan nafas halusnya menyeruak.




















