Aku kembali mengangkat pantatku agar dia bisa melepas pembungkus tubuhku yang terakhir.Jarinya mulai sengaja memainkan klit-ku. Kembali aku berteriak sekuatku menikmati ledakan orgasme yang lebih kuat, aku meronta sekenaku. Nikmat sekali rasanya, tapi aku sadar bahwa sesuatu yang aku duduki terasa mulai agak mengeras. Tugasku sama seperti tugas karyawan yang laen, melayani permintaan tamu ketika makan, misalnya menyediakan sambal, menuangkan minuman tambahan sampe ada tamu yang minta cabe potongan yang dicampur kecap, ya kudu diladenin.Walaupun aku training di resto cina tapi yang dateng gak cuma orang cina saja, banyak tetamu yang bukan cina juga makan disana, memang sih makanannya dipisah antara yang halal dan haram dengan petunjuk yang jelas, sehingga gak mungkin tetamu salah mengambil




















