Diam-diam hatiku kembali dirayapi perasaan berdosa karena selama ini kurang memperhatikan isteri.Ya, aku baru sadar, bahwa semenjak menikah belum pernah membelikan sepotong baju pun untuknya. Piring-piring kotor berpesta-pora di dapur, dan cucian, wouw! Bokep Crot Berangkat sendiri saja ya?” ucapku. Entah kenapa hati ini tiba-tiba saja menjadi rindu padanya. Katanya mau jadi isteri shalihah? Beberapa menit setelah kepergian dua ukhti itu, kembali melintas ukhti-ukhti yang lain. “Ah, betapa manisnya wajah istriku ketika sedang kegirangan… kenapa tidak dari dulu kulakukan menjemput isteri?” sesal hatiku.******Esoknya aku membeli sepasang sepatu untuk isteriku. Aku terlonjak, lantas menyelinap ke tembok samping. Air mataku jatuh tanpa terasa. Motorku sudah sampai di tempat isteriku mengaji.



















