norak!” Ahh, peduli setan pikirku. Ah ada rasa terkhianati memenuhi kerongkonganku. Hmm, kubuka dan kuteguk isinya. Kedua pahanya kuangkat dengan setengah jongkok aku mulai melakukan penetrasi sedikit demi sedikit. Lalu sambil terus mengulum lidahnya kudorong perlahan Aya ke belakang. “Hallo..” suara lembut menyapa. Kemudian mulai kuusap lembut. Ia mulai mengerang. Biasanya kusimpan untuk iseng. Alkohol mempengaruhi nalarku. Dadaku sesak karena cemburu. Ia sedikit berontak tapi kueratkan tanganku di kepalanya. Apalagi aroma tubuhnya memancarkan bau yang merangsang. Ia tertegun. Kuambil sebatang rokok. Lalu aku merubah posisi. Kumasukan lidahku ke dalam bibirnya. Kedua tangannya menekan pantatku. aawww..” eranganya terdengar seperti tangisan kecil bagiku.













