+ a“Ih, susah banget kak. + aAku menggeleng. Kak Agus melepas jaketnya dan tampaklah tubuhnya yang masih berotot terbalut singlet putih yang ketat. Foto kakak nggak ada di laptop ini kan?”. Tapi Kak Agus malah mambuntutiku masuk kekamar. Sebenernya ada apa sih? Mending temenin kak Agus dan kakak main game”, kata kak Ridwan seperti tahu apa yang sedang aku pikirkan.Ya sudahlah, lagian mending liatin wajah n tubuh gagah mereka ketimbang nonton acara nggak penting di TV. Mumpung ada laptop nih biar besok pas ke warnet aku upload”, kata kak Ridwan. Pusing aku dengan kombinasi-kombinasi tombolnya sehingga dengan mudah aku kalah 2-0 dari kak Ridwan. Entah mengapa disebagian dari diriku aku bahkan mengharapkan hal yang lebih




















