Hari pernikahan kami berjalan lancar, yg kami berdua lakukan hanya tersenyum dan melambaikan tangan saja sepanjang hari, tdk seperti pasangan lainnya yg sangat antusias dengan perkawinannya kami berdua atau mungkin saya lebih tepatnya malah seolah-olah tdk perduli dengan apa yg terjadi dengan apa yg terjadi hari itu.Pada malam pertama kami dapat di katakan sangat aneh, karena tak ada hiasan pengantin dan suasana yang seharusnya romantis berubah menjadi sekaku es. master banget deh kayaknya,.. Hingga matahari mulai terbit, kuputuskan untuk keluar dari kamar ku untuk membuat secangkir kopi di dapur. “gila,…gue udah hampir dua kali orgasme,…lo bediri aja belon…make obat apa?” tanya Putri
“obat apaan?,…gue aja baru sekali diginiin” jawabku Putri kemudian menarik turun celanaku.




















