Ulasan melodrama Ukhti VIA Toge Toket Gede Super dengan fokus air mata, akting mendalam, dan skor menghantui. Plus: dialog membekas. Minus: alur kontemplatif. Cocok buat mood galau produktif. Mulai menyelami kisahnya.
Yang paling menegangkan bila ada kendaraan berlawanan arah, aku refleks menutupi dadaku.“Hehehe…daripada susah-susah nutupin badan mendingan Non sambil sepongin aja kontol saya, kan nunduk jadi ga keliatan” ejeknya.Benar juga pikirku, dengan demikian aku dapat menunduk walaupun harus mengikuti keinginan mesumnya itu. Apa sih mau kalian!?” kataku dengan lirih, mataku sembab, ingin sekali aku menangis“Saya tidak bermaksud apa-apa kok Non”“Bapak mau uang kan? Aku baru diperbolehkan memakai kembali bajuku saat sudah dekat rumah.*************************Hari itu sudah ……malam. Oh Mas Roy, kamu benar-benar terlambat, kalau saja ia melakukannya lebih awal tentu tidak masalah. Di sebuah daerah yang sepi, Pak Joko menghentikan mobilnya dan kembali aku digarapnya, tidak lama memang, tapi sensasinya sungguh luar biasa.

