Aku mulai dengan menjilat lubang kencingnya. Sambil mengerang dan mendesis tangan-tanganku memeluk keras dan melepaskan cakarannya pada punggung Tanu. Di etalasenya nampak terpajang beratus-ratus pilihan kain lokal maupun import. Hhuucchh.. Sementara suasana ke-akraban diantara aku dan mereka semakin menghanyutkan hasrat dalam sanubariku ketika tiba-tiba mobil Tanu berbelok memasuki sebuah gerbang tinggi yang anggun. Rambut Tanu aku cabik-cabik sebagai pelampiasan gejolak syahwatku.Kini mereka menggiring aku ke sofa di aE~family roomaE? Halus ya? Namun mendengarkan cerocosan mulut Indri lama-lama asyik juga.aEsMir, nih dengerin ya. Que Serra Serra.Di atas taksi yang membawaku pulang aku ingat ada alat penyedot tubuh buatan cina untuk saat kita masuk angin. Tampang dan warna kulitnya yang putih bersih nampaknya dia berasal dari Yordania.




















