ya.. Dengan sikap tenangnya akupun menjadi tenang pula dan mampu mengatasi keadaan. Kembali kami berdua mengumbar nafsu sepuas hati, kali ini aku tetap menjaga posisi di atas, karena aku tahu bahwa pada ronde kedua dan ketiga aku lebih bisa mengatur dan menahan klimaks lebih lama. Sejenak kami berbasa-basi bicara, kemudian aku cepat bergegas kuliah. Dian pergi dariku dengan membawa benih anaku di rahimnya. Bau memeknya, semakin membangkitkan gairahku, dan akhirnya akupun tak tahan.. Segera kuhujani Yanti dengan ciuman, kujilati sekujur tubuhnya, kuhisap puting susunya, dan terus mulutku bergerak ke bawah, sambil pelan-pelan tanganku melepas CD-nya. Enak.. Aku menitipkan anakku pada Dian dan mohon padanya agar memberi kabar saat kelahirannya nanti. Kami duduk berdua, kemudian berbincang


















