Penis kamu nikmat sekaliiiii!” Teriak Niken begitu ia mencapai orgasmenya yang ketiga.Setelah itu, aku pun berbaring di samping Niken untuk merasakan sisa sisa kenikmatan dari pergumulan barusan. Kami berdua pun langsung meluncur ke salah satu Mall yang ada dikota kami untuk mencari tempat makan. Hujan semakin lebat, untungnya tidak jauh dari sana terdapat dealer motor kecil yang bisa digunakan untuk berteduh.Segera aku parkirkan motorku di depan dealer dan menunggu hujan reda. Begitu orgasmenya selesai, dekapan Niken pun melemas. Meski baru bertemu dan belum lama kenal, tapi aku sudah nyambung untuk ngobrol banyak dengan Niken. Aku terdiam sambil mengingat-ingat kondom yang biasa aku bawa dan aku simpan di dompet.Aku pun bangun dari ranjang dan meraih celana




















