Malam ini dia lain sekali sentuhannya lembut. Sehingga secara tidak langsung akulah yang menjadi taruhan di meja judi. Bokeb “Besok kamu ikut aku menemui Bondan”, ujarnya lagi, sambil mencium keningku lalu berangkat tidur. Dia menagih utang, dan aku hanya sanggup membayar setengah dari keseluruhan utangku. Atau pulang dengan membawa oleh-oleh untuk aku dan Rizal anak kami.Setiap kali aku menyinggung aktivitasnya, Mas Aryo berusaha menghindari. Aku tertunduk malu dan wajahku terasa memerah saat aku merasakan tanganku dijamah oleh seseorang yang bukan suamiku. Saat pakaian yang kukenakan lepas, Mata Bondan tak lepas memandangi belahan payudaraku yang putih montok dan yang menyembul dan seakan ingin loncat keluar dari bra yang kukenakan.Tak tahan melihat pemandangan indah ini, Bondan kemudian menggumuliku




















