Menonton faktor itu mami langsung memasukan penisku kemulutnya. Kini aku dengan perlahan mulai mengerakan pinggulku maju mundur. “Iya bener tuh kata Andri yah mami juga udah mulai bosan” sambung mamaku.“Ya udah ayah hari ini punya ide, gimana kalau yang kalah wajib membuka pakaiannya satu-persatu?” Ayah mengutarakan ide gilanya saat itu terhadap kalian dengan senyum-senyum nggak jelas. “Iya tdk toh mami hanya lepas jilbab dulu” sahut mamaku. Sini bantu ayah” ayahku membuyarkan lamunanku. “Apaan sih ayah ini malu tuh dilihat Andri” kata mami menghentikan tingkah ayah. Lalu ayahku segera mengatakan,
“Ayo Ndri buka kaos kalian terus kalian kocok lagoi kartunya. Dengan sangat bahagia aku menyuruh mami untuk membuka bajunya,
“Ayo ma buka bajunya hehehehehe” ocehku sambil tertawa menonton












