Aku menaiki angkutan dan turun di dekat kostku, aku mengambil beberapa pakaianku. Bulu kudukku berdiri merasakan kenikmatan itu, aku pun menikmatinya. Sales kosmetik kemudian ditawarkan di rumah-rumah jika dapat konsumen banyak maka aku mendapatkan bonus. Aku lewat pintu belakang dan aku segera berlari keluar. Setelah 15 menit ngobrol istrinya tak kunjung datang, aku merasa tidak nyaman. Aku mencoba membuka kunci itu tapi tidak bisa aku pun memaksa hingga akhirnya bisa terbuka.Jam segini orangtuaku masih kerja yang ada hanya pembantu saja. Aku mengetuk pintu dan berteriak salam,
“perrrmisssiiii…..” ucapku dengan lantang.Aku pun menunggu sangat lama sekali di teras rumah itu.














