Tanpa mempedulikan aku yang terus meronta-ronta sambil menjerit-jerit kesakitan, jari-jarinya terus-menerus merambahi lubang kenikmatanku itu, semakin lama semakin tinggi intensitasnya.Aku bersyukur dalam hati waktu orang itu menghentikan perbuatan gilanya. Itupun masih jarang sekali. Cepat kamu bebaskan Merry!”Ah, akhirnya neraka jahanam ini berakhir juga, pikirku. Apa-apa sih kamu ini?! Setelah kancing-kancing blusku terbuka semua, ditariknya blusku itu ke atas. Ia membaringkan tubuhku yang tampak menggeliat-geliat di atas ranjang. Setelah diopname selama dua hari, ibuku wafat meninggalkan aku. Terasa suatu kenikmatan tersendiri pada syarafku ketika buah dadaku dipermainkan olehnya. Ia menciumi belahan buah dadaku yang laksana lembah di antara dua buah gunung yang menjulang tinggi. Tapi sekonyong-konyong mataku berkunang-kunang.




















