Aku tidak bisa berkata apa-apa, dan memang sepertinya aku salah bertanya. Begitupun dia tidak perhenti disitu, setelah puas menghisap bagian batang, Bu Chintya menggeser mulutnya kebawah, dan inilah pertama kali aku merasakan sensasi rangsangan di bagian paling bawah sana. Tampaknya Chintya sangat rajin mencukurnya. Masa’ kamu bertanya seperti itu kepada perawan tua seperti saya?” lanjutnya sambil tetap menatap mataku “eh, bukan begitu maksud saya mbak,, eh,, saya cuma….” “nggak apa-apa kok, aku cuma merasa familiar dengan pertanyaanmu barusan. Aku tidak percaya dengan telingaku sendiri. Masa’ kamu bertanya seperti itu kepada perawan tua seperti saya?” lanjutnya sambil tetap menatap mataku “eh, bukan begitu maksud saya mbak,, eh,, saya cuma….” “nggak apa-apa kok, aku cuma merasa familiar



















