Selama pacaran dengannya, ia sama sekali tidak tahu kalau aku suka minum.“Sejak kapan kamu minum Rick?”
Aku tidak menjawab. Tidak dapat dipungkiri.3 kali kami melakukannya malam itu. Yang ada di otakku adalah bagaimana caranya membujuk Felly untuk mau menemaniku di tempat tidur nanti malam. Kepalaku sudah berat bukan kepalang. Aku benar-benar tidak kuat untuk stir mobilku. “OK, sambungkan..!” Entah mengapa lidahku sulit diajak kompromi kalau sudah soal Felly. Tanpa perhitungan.”
Senyumku berubah kecut. Ini yang kusukai dari cewek-cewek itu. Entah apa yang mereka bicarakan di sana.Felly ini gadis baik. Hampir setengah botol kutenggak black label dari si Oghe. Entah mengapa aku tidak dapat lepas darinya.Kalau aku tidak bertemu dengannya, tidak ada sama sekali rasa kehilangan atau kangen




















