Melihat Siska yang protes, Adi segera merapikan pakaiannya tanpa membersihkan penisnya yang masih dilumuri cairan vagina guru berjilbab itu.”Cepat keluar pak”, hardik Siska dengan suara lantang sambil merapikan rok panjangnya. ”Emmh pantat kamu memang montok banget sayang, nggak salah apa yang aku khayalkan selama ini”, ujar Adi seraya meremas remas bokong Siska dengan gemas.Sambil tangan kirinya menahan pinggul guru cantik berjilbab itu, Adi kembali menyodokkan penisnya kembali.“Ough.. Siska sadar kalau dia terjebak makanya dia berusaha melawan. Yang dihardik, bukannya keluar tapi malah cepat-cepat masuk dan menutup pintu kamar toilet dan menguncinya.”Ngapain pak??!!… Keluar!!”, hardik Siska sekali lagi sembari tetap berjongkok sambil merapikan rok panjangnya ke bawah yang tadinya tersingkap sampai sepinggul.”Ustazah Siska”, kata Adi seraya




















