Dan menjeritlah saya.Juragan mendengar saya njerit, dan langsung memegangi tangan saya sambil ngangkat pinggulnya sehingga burungnya masuk sedalamdalamnya ke memek saya.Khn! Dan nggak di semua tempat kami bisa mendapat penonton yang bersedia membayar, kadangkadang kami malah diusir atau dihardik. Tangannya yang besar itu memegang bahu saya.Siapa bilang kamu nggak punya apaapa? Saya nggak bisa apaapa karena masih lemas. Setelah cukup lama, kami ketemu tempat di mana kami bisa selalu dapat penonton dan uang: satu pasar induk yang cukup besar, dan lingkungan di sekitarnya.Kami pun menyewa satu kamar kontrakan murah di dekat Pasar. Juragan selama ini kesepian, dan kehidupannya cuma ngurus toko beras saja.Saya jadi kasihan sama Juragan, ternyata beliau sendirian juga seperti saya.




















