“Gila lu ya, masa mau nonton orang lagi ML?”“Ya terserah kamu.Mau pilih mana…?”Rika mencibir dengan senyum kemenangan.Aku dan Firda saling berpandangan. “Iya…kalo gak gitu, Indahmana mau nelen sperma aku.”“Aihhh….” Firda terpekik. Lagian anak-anak sama mamanya lagi pergi ke sekolah. “Keapa Fir? “Lagi sendiri, eh ngaceng.” Kebetulan, di rumah tidak ada pembantu, karena istriku, Indah, lebih suka bersih-bersih rumah sendiri dibantu kedua anakku. Kurasakan pula meqinya mulai berdenyut…..seentar lagi dia meledak, pikirku.“Ting…tong…”bel rumahku berbunyi.“Mas…..mas Andrew….”suara wanita didepan memanggil namaku.Sontak kulepaskan jilatanku. Telat donk,”kilahku.“Dasar kamu ya. Kurebahkan ia disana, dan dengan cekatan dilepaskannya kaos dan celana ku sehingga aku sekarang telanjang bulat di hadapan Firda dan Rika.Aku melirik Rika, yang duduk menyilangkan kakinya.




















