Saat itu aku masih belum mengerti apa maksudnya. Sedangkan kakek dan mbak Darsih tetap di kamar depan, bersama anak-anaknya yang masihkecil. Dia membawa serta dua orang anaknya yang masih kecil-kecil. Kamar di rumah kakek memang hanya dua, berhadap-hadapan, walau kamar kakek sedikit lebih besar.Akhirnya, aku lalui hari-hari bersama kakekdan mbak Darsih dengan penuh suka cita. Tapi saat ayah pergi ke kota besar untuk mencoba merubah nasib sebagai pedagang nasi goreng, kami dititipkan di rumah nenek yang ada di kampung sebelah. Tapi di saat itu, hampir seminggu sekali kakek menyuruhku melakukannya. Aku yang awalnya anak yang jarang suka bermain, sekarang jadi makin malas keluar. Seringnya di rumah berdua membuatku dekat dengan mbak Darsih, dia pun jadi














