Dari sudut mataku aku bisa melihat Dimas yang terpaku melihat tubuh Wanda yang masih terawat dengan baik. Dimas yang sedang merem melek keenakan itu segera menjawab dengan kode “ok”.Tanpa berpikir panjang, akupun segera menjamah pantat Santi dan mulai memainkan jari di memeknya. aku boleh gak entotiin Santi?”, istriku kemudian menjawab, “sana gih.” Aku kemudian menghampiri Dimas dan meminta ijin untuk menikmati tubuh Santi. Kamipun asik menyanyikan lagu-lagu disertai dengan senda gurau dan canda tawa. Nampak sebuah botol Jack Daniel yang baru diminum sedikit, satu pitcher Coca Cola beserta es batunya dan empat gelas yang dua diantaranya telah terisi minuman. Sementara aku dan Wanda semakin liar dan sejurus kemudian, tak sehelai benangpun menempel di tubuh kami.

