Kan kita cuma simulasi aja… “ ujar temannya.“Gak apa pak… Mita mau kok… Mita harus total banget disimulasi ini seperti beneran akan dibunuh, Mita rela kok diapain aja sekarang…” ucapku kemudian.“Hahaha, tuh.. Kenapa ya… mungkin itu memang takdir kamu” jawabnya santai lalu pergi dari ruangan ini.Aku kembali menangis tersedu-sedu. Bokep jav sub SIAPAPUN TOLONG AKU… AKU” Dengan suara serak ketakutan aku mencoba teriak sekencang mungkin berharap ada yang mendengar. Organ dalamnya dikeluarkan! Oh Tuhan, apa sih yang aku pikirkan!?****Malamnya aku terbangun, aku diajak pak Jun kembali ke ruangan penjagalan. Tanganku lalu diikat ke atas.“Nah…. Aku membiarkan seseorang melukai tubuhku! Sangat memalukan.Aku kemudian kembali ke ruangan tadi.




















