Penderitaan lisa makin bertambah saat tiba tiba pak benny mempercepat genjotannya, vagina lisa terasa sangat sakit harus menerima beban di luar kapasitasnya. Bokeb lisa merasakan ada sesuatu dalam tubuhnya yg siap meledak. “tapi pak…gambar ini punya estetika seninya , bukan gambar tabloid murahan..apalagi majalah ini punya reputasi yang bagus…” lisa membela diri
“meski begitu bukan berarti kamu bisa bebas seperti ini , ingat reputasi terhormat kampus kita, apalagi dimana kamu kuliah tertulis jelas disitu.” kata pak lukas
lisa menyadari bahwa percuma ia berdebat , ia pasti kalah. perlahan tapi pasti jilatan jilatan pak benny membuat lisa mencapai kembali orgasme,
“aahh..ahhhh…pak…aauhhhh….” rintih lisa tubuhnya kembali melemas
belum sempat lisa mengumpulkan tenaga, tiba tiba pak benny bekata
“yahh..belum apa apa udah lemes…..sekarang kan
















