Aku harus keluar kota dan meninjau balok yang sudah ditebang dan menjadikannya papan, kemudian mengangkutnya dengan kapal phinisi ke Jakarta. Aku menghetahui kalau itu hal yang lumrah saja. Aku sepeti biasanya, telebih kurangtidur, terlelap di kursi. Kami Cek in pada counter dan mulai memasuki ruang tungu. Tiba-tiba aku membutuhkannya. Kami baru dua tahun menikah dan belum dikaruniai anak, tiba-tiba aku bagai tersambar petir mendapat pemberitahuan dari maskapai penerbangan suamiku. Kini adikku, adik kandungku yang memperlakukan apa yang kuidamkan selama ini. Aku buka usaha dan kali ini aku membuka usaha papan dan kayu. Adiku memang tinggal bersamaku saat liburan da bersiap, kami berok pagi sekali harus menuju airport untuk tujuan penerbangan kami. Terasa kehangatan kontol itu




















