Kebetulan aku berjalan paling belakang menemani si bawel Anisa dan disuruh membawa bawaannya lagi, berat juga sih, sebel pula! Bokep Indo Tanganku bersentuhan dengan payudaranya, dan aku berguman
” Maaf Nisa?”
“Enggak apa-apa?!”: sahutnya. Di hari yang cerah itu, Anisa minta aku mandi bersama di sungai yang rimbun tertutup pohon-pohon besar. Hari terakhir, sepanjang hari kami hanya ngobrol dan bermesraan saja. Setelah lima tahun tak ada khabar lagi dari dia, aku sudah menikah dan punya anak wanita yang kuberi nama Anisa Maharani, persis nama Anisa. Aku dan Anisa layaknya seperti Tarzan dan pacarnya di tengah hutan. Cincin Anisa hanya mampu melingkar di kelingkingku, kalungku langsung dipakainya, setelah dikecupinya.














