aah.. Bokep Montok hiks,” katanya sambil menahan tangis.“Mbak.. kamu mau kemana?” tanya dia.“Mmm.. begini. kamu?(****_girl) Gue 20 f Jogja city.. “Udah Mbak.. Mbak juga udah mau keluar nih.. maafkan aku ya Mbak!” aku mengiba kepadanya.Mbak Lina tidak memperdulikan ucapanku, dia membalikkan tubuhnya dan membenamkan wajahnya ke bantal sambil menangis tersedu-sedu. Selama makan pun kami saling berdiam diri, tidak mengucapkan sepatah katapun. Sepulang dari rumah makan itu, Mbak Lina kembali menggandeng tanganku dengan erat, seolah tidak ingin melepaskanku.Kami kembali menuju hotel dan segera menuju kamar. Lalu dia menggandeng tanganku keluar kamar, dia menggenggam tanganku dengan erat, entah apa yang dipikirkannya.Kami pun akhirnya makan di sebuah rumah makan dekat hotel yang kebetulan buka sampai malam.




















