Dina sudah mabuk. Kakaknya memang pria beruntung, pikirnya untuk yang entah keberapa kalinya. Bokeb Kiki mengenakan gaun selutut warna putih yang terikat di balik lehernya sebagai penyangga. Bicara lewat telpon memang bagus, tapi dia merindukan kehadirannya secara fisik. Kenapa?” Tiba-tiba Dina merasa sudah masuk ke wilayah yang terlalu pribadi “Nggak, Cuma pengen tanya saja.” ***** Sebentar kemudian, Johan sudah kembali, dia duduk diantara dua wanita ini dan membuka sebuah bungkus rokok. Dan yang paling membuat nyaman adalah privasi dari tempat ini, tetangga terdekat terletak jauh di bawah lereng bukit. Menatap ujung Candu itu yang menyala merah di bibir penuhnya Dina, membuat perut Kiki terasa bergolak. Dan Hendra selalu bilang kalau hubungannya dengan Dina hanya seperti kakak












