Tapi aku justru membuatnya semakin menggila dengan perbuatannya. saat itu juga aku lunglai pada sofa di kamar itu. ooouuugghhh… aaagghh…” Kata Mama dari atas tubuh bang Bagus.Sedangkan Bang Bagus memegang tetek Mama dari bawah sambil meremas-remasnya. Sejak saat itu aku merasa kalau dia ada hubungan dengan mamaku, apalagi aku melihat mereka berdua sering keluar rumah dengan alasan ngantar mama kerumah temannya atau yang lain. Dan mereka lama pulangnya bahkan sampai papa pulang dari kantor mereka belum pulang juga.Dengan hati yang menyimpan kemarahan aku masuk dalam kamarku, hampir setiap hari aku menghindar dari Mama, pikirku biar dia mengerti kalau aku marah padanya.


















