Apa? Memang, Doni bercerita bahwa Windy merupakan rebutan cowok-cowok di kampusnya (baik di Jakarta maupun Surabaya). Samber geledek.”, jawabku dengan sedikit bercanda.“Ya oke deh kalo gitu. You’re always on my fantasy, Dino..”, cerocos Windy sambil semakin kuat meremas penisku (masih dari luar celana pendekku).“Ohh.., oohhmm.., Windy.. Ketika bersalaman dengannya, saya tidak dapat melepaskan pandangan dari wajahnya yang sangat cantik dan imut itu.Setelah perkenalan pertama dengan Windy, dia selalu terbayang dalam pikiranku. Terangsang?”, kata Windy.“Hah? Saya merasa Doni sangat beruntung mendapatkan pacar seorang gadis yang sangat cantik seperti Windy. Sendirian aja ya di rumah? “Ah, aku pasti terlalu merindukan kehadiran Windy”, pikirku, sampai suara motor lewat pun saya sangka suara motor Windy.Eh, ternyata suara motor itu




















