Mba Sal tetap diam dan membiarkanya.. Tampilan dari belakang wanita itu terlihat sangat jelas meskipun ditutupi oleh blus kecoklatan.Pekerja pabrik yang biasa makan di kantin sepi di saat jam kerja. Boleh tanya?”Hamidi agak ragu. Hamidi mulai membelai dan meraih pinggul mba Sal.Melihat mba Sal bahkan tidak peduli, dengan girang Hamidi melancarkan rencananya. Agak malu pada awalnya, mba Sal akhirnya memegang kontol Hamidi meskipun dari luar celana. Tanya Hamidi dengan pasti. “Cantik … Meski umurnya 45 tahun,” kata Hamidi. “Tentu.. Tangan Hamidi dengan cepat menuangkan air ke gelas, tetapi matanya masih menatapnya. Mba Sal tidak tahan lagi.. Birahi nafsu terlihat di mata Hamidi. Ennnggg.. Kemudian mba Sal dengan keraguan dan rasa malu yg masih ada, meremas
















