Gesekan demi gesekan semakin terasa nikmat, sesaat kemudan kulihat wajah Anna memerah, dan mendongak keatas, kurasakan kakinya melingkar erat dikedua pahaku, aku tahu ia akan segera mencapai klimax. “Ya..! “Sudahlah Mas Rey, aku rasa papa ga apa-apa kok”
“Kalo gitu salam aja ya sama keluarga disana, semoga papa kamu cepet baik”
“Iya Mas nanti aku sampaikan”, setelah kulihat Milla memasuki ruang tunggu keberangkatan akupun bergegas
kembali kemobilku untuk kembali kekantor. Reey..” aku tahu Anna mencapai orgamenya, dan aku terus saja menekan klitoris itu dengan lidahku, kulumat setiap tetesan cairan hangat yang keluar dari liang vagina itu. “Sekarang kamu rilex ya, sayang!” Anna memejamkan matanya saat aku mendekatkan wajahku ke wajahnya, tak ada penolakan dalam diri Anna.




















