Pikiranku menjadi kacau. Aku tak menyahut. Link Bokep “Tapi kamu suka kan, Roy..?” Kata-katanya terdengar jelas setengah merayu. Ia melanjutkan kata-katanya dengan suara berat. Pikiranku menjadi teringat kembali pada mimpi yang sempat kualami.Saat itu aku berada di sebuah bar. Hari masih pagi. Aku berada di ambang puncak sampai beberapa detik kemudian, “Yeaahh..!” Aku memuntahkan lava putih yang mengental di dalam mulutnya. Ia lalu duduk di dekatku dan menyapaku. Tubuhnya yang putih montok hanya ditutupi oleh selembar kain katun berwarna biru langit yang tipis.Aku segera masuk ke kamar mandi yang masih terletak di dalam ruangan. Aku masih belum dapat berkonsentrasi. Aku hanya menarik napas dalam-dalam. “Sorry ya, Roy..!” katanya merajuk. Tubuhnya yang putih montok hanya ditutupi oleh selembar
















