Istriku mengerang menikmatinya. Dengan telaten kucumbu istriku dari ujung kepala sampai ujung kaki. Kuulangi lagi cumbuanku dari mulai mengulum bibirnya, mencium pipinya, kemudian lehernya. Aku sedang melaju kencang di jalan tol menuju arah Bogor untuk suatu keperluan bisnis. Malam sekitar jam 20:00 HP istriku berdering, sesuai pembicaraan ia akan datang menemui kami. Kemudian kurebahkan badanku di atas tubuhnya yang indah, kuciumi pipinya sambil pantatku kugerakkan naik turun. Tapi karena lembahnya masih perawan agak susah juga untuk menembusnya. Ia hanya mendesah, kadang menarik nafas panjang dan kadang badannya menggelinjang-gelinjang. Akhirnya dengan wajah memohon ia berkata, “Buka dong kacanya..” Segera aku sadar dengan keadaan dan refleks membuka kaca jendelaku.



















