Dia melihatku cuek dan sepertinya tidak ada rasa suka padaku. Lalu vaginanya kutusuk terus keluar masuk dengan jariku. Lalu aku masuk ke kamar mandi, sengaja pintu kamar mandi tidak kututup. Kenikmatan yang luar biasa dirasakannya ketika kencingnya tertahan oleh jariku. ya kan sayang.. Itu juga suatu ujian buat kamu, apakah kamu kuat menahan nafsumu untuk tidak menyentuhku sebelum aku mengijinkanmu untuk menyentuhku. Kedua mertuaku pun jadi bingung akan sikap anaknya. “Pelan-pelan Sayang.. kok.. Dan nanti aku juga meminum air kencingmu.. pintunya nggak ditutup sih..” katanya. Tapi karena tekadku sudah bulat maka aku terpaksa tidak mendengar nasehat bapakku. Setelah beberapa lama, akhirnya penisku agak melemas, tapi terus dihisapnya dengan mulutnya.




















