Dengan merah padam dan terheran-heran Ayu mulai bicara dan menceritakan apa yang sedang dialami dan itu pun persis dengan hasil analisaku tentang dirinya. Dengan rasa terheran-heran kupandangi, aku melihat ada seberkas masalah yang menumpuk di kelopak matanya, lalu aku memberanikan diri untuk Menegur.“Kok sedirian mbak?”“Iya…”“Nggak sama teman?”“Tidak “Aku terdiam sebab tidak ada respon. Tatapan mataku menerawang jauh, dan tiba-tiba bertemu mata dengan wanita yang duduk di sebelahku tadi. Yah… buat menghilangkan pusing eh malah pusing. Akhirnya aku berdiri dan pindah ke sebelah bangkunya.“Boleh aku duduk disini?”Dengan anggukan halus dipersilakannya aku duduk.Obrolanku mulai mengalir bagai air dan dijawab dengan sedikit sekali informasi darinya.




















