Maklum ini merupakan kunjungan pertamanya di Surabaya. Di kamar aku telanjang bulat.Pintu kamar sengaja kubuka lebar, jendela kamar juga sengaja aku buka biar isi kamar mendapat sinar sehingga bisa terlihat jelas.Aku mendengar mbak Leni sudah masuk rumah dan menutup pintunya kembali. Meskipun usianya tak lagi muda tapi wajah masih kelihatan cantik dan bodynya masih kelihatan kenceng. Biasanya kami ke mall untuk sekedar cuci mata. Kulihat dia tak berani menatapku, mungkin karena malu.“Sekali lagi maafkan aku mbak atas kejadian tadi, aku lupa kalau ada mbak Leni di rumah ini” kataku bersandiwara.“Iya gakpapa kog, aku Cuma gak enak aja, aku jadi malu melihat kamu telanjang tadi” katanya tanpa sedikitpun melihat kearahku.“Kenapa mesti malu mbak, kan mbak lihatnya

