Aku yang bisa dikatakan sedikit menggigil memperhatikan mobil, motor, becak, andong, bajaj, hingga truk lalu lalang. Tidak tampak rasa takut dalam dirinya. “Beli ini, Pak, beli ini, Bu,” kata anak laki-laki itu. Tapi seperti yang aku katakan, aku tetap bertahan pada tempatku berdiri. Tapi tidak semua orang di jalan raya itu lucu. Aku yakin sekali, orang tuanya sudah berhasil mendidiknya dengan ajaran agama. Aku sudah terbiasa seperti ini. Tidak tampak rasa takut dalam dirinya. Aku tetap bertahan di tempatku berdiri, tetap menyaksikan anak laki-laki penjual kantong plastik di dekat tiang lampu merah yang juga masih berjualan. Aku mematung di tempatku berdiri. Malam itu tidak hujan tapi bau aspal basah karena hujan tadi sore masih menguar.




















